ABOUT JAKARTA MARATHON PACERS 2022

Powered By STRIVE

JAQUALINE – mulai berlari di akhir tahun 2017. Semua berawal dari teman gym yg mengajak ikut race Half Marathon (HM). Dari sana lah saya rutin ikut CFD untuk menjalankan Long Run, dan bonus mendapat teman-teman baru.

Bagi saya, lari adalah olah raga paling murah, tidak perlu ribet, dan bisa dilakukan dimana saja, termasuk pada saat liburan keluarga. Setiap tempat yang saya kunjungi, saya menyempatkan berlari, yang mana saya jadi bisa meng-explore tempat-tempat baru dan suasana baru.

Dari yang hanya lari di komplek perumahan, lari di pinggir pantai golf island Pantai Indah Kapuk (PIK), pusat kota Jakarta, lalu ke Seminyak – Bali, hilly di Borobudur, pesisir pantai Penang, pusat kota Bangkok, hingga ke Paris.

“saya selalu menemukan semangat baru hahaha… Target saya selanjutnya bisa ikut “WMM” ucap Jaqualine dengan semangat.

Why JAKMAR?

JakMar itu my casual route,  eventnya dekat dengan tempat tinggal dan keberagamanbudaya terlihat semua saat berlari di kota Jakarta.

FAUZI IMDA – mulai lari sejak 2016 akhir. Awalnya hanya untuk pelarian dari penatnya mengerjakan skripsi, hingga akhirnya menjadi habit sampai sekarang. Hal yang memotivasi hingga bisa konsisten adalah ingin terus berproses untuk memperbaiki catatan waktu di setiap kategorinya.

Why JAKMAR?

“Jujur saya saya sekali belum pernah ikut race Jakarta Marathon, saya sangat penasaran dengan rute dan cuaca panas di kota Jakarta. Berhubung adanya kesempatan menjadi bagian dari event besar ini, saya sangat antusias mendaftar sebagai salah satu PACER di Jakarta Marathon 2022” ujar pelari dari Yogyakarta ini.

LATIEF – Aktif berlari semenjak masuk Asrama dui tahun 2014, serta mulai aktif tedaftar di salah satu komunitas pada tahun 2018; dengan Chibi Runners yang kemudian menjadi bagian EL Macho Adventure.

“Sama seperti pelari lainnya, berlari membuat saya menjadi hidup lebih sehat dan lebih teratur” ujar pelari yang juga hobby dengan berlari trail.

Why JAKMAR?

Terlepas karena sebagai salah satu Marathon yang ada di pusat kota, Jakarta Marathon juga menjadi Marathon Internasional yang membawa nama Indonesia di dunia lari luar Negeri.

Latief berharap setiap tahun selalu ada perbaikan dari sisi teknis rute JAKMAR, karena menurutnya, rute JAKMAR ini dijadikan rute favorite bagi para runners mendapatkan Personal Best catatan waktu berlari.

Fifi Boneficia – Mengenal olahraga lari pada tahun 2014; berawal di setiap harinya Fifi punya kesibukan wajib mengantar dan menjemput anak-anaknya ke sekolah. Dengan jarak antara rumahnya dengan sekolah sekitar 42KM, membuat Fifi beride untuk mengerjakan sesuatu yang positif di sekitar lingkungan sekolah anaknya, yakni dengan berlari santai mengelilingi kompleks sekolah.

Sampai  suatu saat salah satu temannya mengajak Fifi untuk ikut salah satu event lari, yakni Bandung Love Run yang menjadi event lari pertamanya.

Event lari di Bandung ini adalah pengalaman yang tak terlupakan buat fifi, dan menjadi awal mula Fifi untuk mengikuti event lari lainnya.

“ada satu pepatah dari Lau Zhu yang selalu saya ingat, yakni perjalanan seribu mil dimulai dengan satu Langkah. Kalimat itulah yang terus memicu dan menjadi motivasi saya ketika mengikuti race apapun kategorinya, karena dengan mengingat kalimat tersebut membuat saya semakin bersemangat untuk menyelesaikan semua yang saya mulai” ungkap Fifi.

Why JAKMAR?

Fifi sangat antusias ketika mendapat kabar kalau tahun ini Jakarta Marathon benar-benar diselenggarakan, karena menurutnya event ini sudah tertunda bertahun-tahun akibat pandemi. Tidak tanggung-tanggung, saat pendaftaran untuk menjadi PACER dibuka, Fifi tidak menyayangkan moment, dia langsung segera mendaftar dan berharap bisa menjadi salah satu yang terpilih.

DANIEL – mulai berlari sejak akhir 2018 dan sempat bergabung kedalam komunitas lari pada akhir tahun 2019 sampai dengan Maret 2021. Berawal larinya hanya karena menemani istri yang sedang program pasca melahirkan, namun seiring berjalan waktu dan mulai mengikuti beberapa race, Daniel dan istri jatuh hati pada olahraga ini.

Menurut Daniel, dengan berlari otomatis jam tidur menjadi lebih terpola, karena harus bangun pagi untuk lari, dan badan menjadi terasa lebih fit serta jarang sakit.

Daniel mencoba konsisten untuk berlari dalam seminggu sebanyak 50-60KM. Sebagai pelari rekreasional, tujuan utamanya berlari adalah untuk sehat dengan cara yang fun dan bebas cedera. Target dan pencapaian adalah bonus yang didapatkan.

Why JAKMAR?

Jakarta Marathon tentunya punya nilai spesial buat Daniel, selain daripada kota kelahirannya, Jakarta menjadi kota pertama yang mengenalkannya di dunia pelarian. Menurutnya, berlari di Jakarta dengan melewati beberapa lokasi yang menjadi trademark Jakarta ataupun gedung perkantoran tentunya akan membawa memory tersendiri.

WISNU ANGGORO – seseorang yang pernah menjadi seorang pelatih salah satu komunitas besar di Jakarta, berlari sejak tahun 1982. Coach Wisnu (panggilan akrabnya) Memilih olahraga lari karena menurutnya ini adalah olahraga yang terukur dan minim kontak fisik serta terkontrol. Demi bisa menjaga konsistensi berlari, Coach Wisnu mencoba selalu memanfaatkan waktu luang untuk berlari sesuai program dan kondisi badannya. Sebelumnya Coach Wisnu juga terpilih menjadi salah satu  Pacer yang pertama kalinya diselenggarakan di Indonesia tepatnya  di acara marathon Jakarta Marathon tahun 2015.

Why JAKMAR?

“Jakarta Marathon menjadi pilihan karena diselenggarakan di Ibu kota, yang mana banyak sekali destinasi bersejarah dan budaya  yang perlu dilestarikan” begitulah kata Coach Wisnu.

Nadien Jasim – “saya sudah senang lari sejak kecil, dulu saat masih duduk di sekolah dasar dan menengah pertama di Singapore, saya pernah mengikuti program Athletics, tapi saat kembali ke Indonesia (Jakarta) saya bingung harus kemana untuk berlari” ujar Nadine saat memulai ceritanya.

Nadine memulai kembali berlari di tahun 2014; itupun menurutnya karena sudah didaftarkan event race 5KM oleh adiknya. Tahun 2015 Nadine harus pindah ke Semarang dan penuh dengan kesibukan pribadinya, sampai akhirnya di pertengah tahun 2019 Nadine baru kembali aktif di dunia pelarian.

Dalam kondisi pandemi di tahun 2020, Nadine mencoba mengikuti event Mesastila secara virtual, di tahun 2021 Nadine mengikuti  event Mesastila100 secara offline, dan terus ikut beberapa event lari trail sampai bulan Mei 2022 Nadine mengikuto Selekda/Kejurda untuk kejurnas ALTI. Sementara prestasinya berlari di road baru kembali aktif di bulan Juli 2022 dengan mengikuti event POCARI Bandung Marathon dan memilih virgin FM di event tersebut.

Menurut Nadine, selesai berlari selalu membuat perasaannya menjadi lebih happy dan badan terasa segar. Nadine juga merupakan pelari yang selalu memiliki goals ditiap eventnya, ini merupakan cara Nadine agar bisa konsisten dalam berlari.

Why JAKMAR?

“Karena sebenarnya saya sangat penasaran dengan race besar kota Jakarta ini, semenjak saya kembali dari Singapore sampai saat ini saya belum pernah ikut race ini. Sampai akhirnya kesempatan ini datang dan tidak akan saya sia-sia kan” ujarnya.

Adi Nugroho – Awal ikut event lari di April 2014. Saat itu Adi sedang disibukkan dengan Tugas Akhir kuliahnya. Adi menjadikan olahraga lari sebagai obat pusingnya, dan menjadi booster untuk badan yang selalu sakit-sakitan. Adi menjadi konsisten di olahraga ini karena selain menjadi olahraga yang mudah dan murah juga punya banyak efek positifnya di kehidupan sehari hari.

Why JAKMAR?

Jakarta Marathon adalah event Marathon pertama Adi di tahun 2014 (meskipun DNS karena sakit tapi tetap ikut nonton di dekat bundaran HI), dan sekarang ini Adi harus bisa membalas kesempatan yang dulu tertunda

© 2022 All rights reserved​.

❤ The Jakarta Marathon